Bukan Sekedar Asyik # Bridging Course 10
Ketika itu, dosen agama Islam
sedang mengajar di kelas kami. Tiba-tiba saja dari arah depan meluncur sebuah
bolpen ke arah sekumpulan anak yang kelihatan asyik sendiri. Kemudian keributan
menjadi sebuah kesunyian. Ternyata kawan-kawanku tersebut sedang seru-serunya
mengobrol.
Mengobrol?
Tentu, hal yang satu ini menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi kita. Di saat
sesuatu hal muncul sebagai topik atau tema besar kita, teman-teman yang paham
dengan hal ini lalu langsung berkumpul membentuk sebuah forum non-formal dan
saling mengemukakan pendapat atau pun pengetahuan yang mereka miliki.
Kini
telah sadarkah anda bahwa mengobrol adalah suatu bentuk komunikasi? Bisa
dikatakan begitu karena kita dalam melakukan obrolan kita mencakup beberapa
poin penting dalam komunikasi. Yang pertama pesan. Pesan dalam sebuah obrolan
bisa jadi dalam bentuk, gagasan atau fakta yang pernah kita ketahui sebelumnya.
Komunikator, siapa saja bisa menjadi komunikator yang memulai sebuah obrolan.
Media? Media yang kita gunakan adalah suara yang kita keluarkan lewat mulut,
untuk menerimanya dibutuhkan sepasang telinga yang masih bekerja dengan baik.
Sekarang Komunikannya. Seperti pada kalimat sebelumnya, komunikan pun bisa jadi
siapa saja. Tak tergantung siapa yang memiliki pengetahuan itu namun siapa saja
yang ingin terlibat dalam obrolan tersebut. Dan pastilah komunikasi akan
menimbulkan suatu pengaruh terhadap pelakunya. Namun pastinya banyak yang kita
dapat dari mengobrol, bisa saja ilmu dan pengetahuan yang baru.
Bentuk dari mengobrol pun ada
bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah:
·
Gosip
Gosip, apakah sebuah bentuk obrolan?? Tentu
saja. Bentuk obrolan yang satu ini biasanya dilakukan oleh kebanyakan kaum
hawa. Objek yang menjadi topik bisa bermacam-macam misalnya selebritis, politisi,
artis, bahkan tetangga di sebelah rumahnya sendiri. Namun apa yang dibicarakan
biasanya sudah terbumbui oleh banyak ketidakjelasan dan pandangan-pandangan
subjektif yang mempengaruhi perspektif terhadap sesuatu yang digosipkan.
·
Chating
Sebenarnya ini hanyalah istilah asing yang
alih bahasakan ke Inggris. Istilah ini kerap digunakan oleh para peselancar
dunia maya untuk melakukan curhat melalui media telekomunikasi seperti social media atau pun messenger.
·
Curhat
Curhat yang merupakan singkatan dari kata
curahan dan hati. Curhat merupakan sebuah bentuk obrolan yang dilakukan
biasanya 2 orang yang berdekatan secara emosional. Mengapa harus orang yang
berdekatan secara emosional? Apakah tak boleh jika orang yang sekedar tahu
permasalahan yang sama. Kalau ditanya seperti itu saya akan menjawab, biasanya
hal yang dibicarakan dalam obrolan ini adalah masalah pribadi atau hal-hal yang
si komunikator (orang yang bercurhat) tidak ingin orang lain ketahui, namun
demi membicarakan apa yang mengganjal dalam pikirannya orang yang dipilih
adalah orang yang dekat sekaligus dapat dipercaya oleh si pencurhat.
·
Mentoring
Sebuah forum di mana 1 peserta yang
berperan sebagai moderator sekaligus pengarah, juga pembawa topik bernama
mentor. Sedangkan yang lainnya adalah peserta forum itu sendiri yang bernama
mentee. Forum obrolan seperti mentoring mengkhususkan dirinya untuk meng-upgrade kapasitas yang ada dalam diri
sang mentee agar menjadi lebih baik.
Sekarang
setelah mengetahui beberapa hal yang bisa dikategorikan, kita tengok apakah
kegiatan seperti ini mempunyai manfaat, dan apakah juga mengandung kerugian?
Kalau begitu apa saja kah? Berikut ini penjelasannya
Manfaat :
·
Mengobrol bisa membuat kita mengerti satu sama
lain, dalam proses mengobrol kita dapat melihat reaksi-reaksi orang dalam
menanggapi suatu hal atau permasalahan. Kemudian itu bisa jadi tolak ukur terhadap
sifat-sifat yang dimiliki orang lain.
·
Mengakrabkan diri kita. Karena salah satu cara
untuk mendekatkan diri kita dengan orang lain, ialah dengan memperbanyak
interaksi dengannya, melalui mengobrol kita dapat merasakan manfaat tersebut.
·
Menambah ilmu pengetahuan. Karena pengetahuan
yang kita miliki adalah sifatnya terbatas bukankah baik kalau kita dapat menambah
ilmu dalam sebuah obrolan. Orang cenderung memberikan pembenaran terhadap
sesuatau yang salah terhadap apa yang kita obrolkan. Apalagi kalau arah yang
kita obrolkan semakin lama-semakin kritis, artinya akan semakin banyak yang
bakal kita ketahui dari sebelumnya.
·
Menuntaskan masalah/ mencari solusi. Obrolan
bisa juga merupakan cara untuk mencapai sebuah jalan keluar. Seperti saat kita
mencurhatkan permasalahan yang kita alami. Orang yang mendengarkan pun juga
ingin kita agar terbebas dari belenggu problema dan akhirnya memberi saran pada
kita untuk menuntaskan masalah.
Dampak:
·
Tersesat pada kebenaran fiktif. Saat kita tak
lagi bisa kritis dan menerima semua perkataan yang diungkapkan ketika
mengobrol, kita beresiko mendapatkan fakta yang salah dari orang lain. Dan jika
fakta salah itu kita jadikan acuan dalam berpendapat atau berpikir maka kita
bakal lebih tersesat dari orang yang member informasi pada kita.
·
Menambah dosa. Menggosip adalah sesuatu bentuk
obrolan yang kiranya lebih banyak memberikan kemudharatan (keburukan) daripada
manfaatnya. Gosip atau menggunjing cenderung membicarakan tentang keburukan
orang lain, sampai-sampai dapat berujung pada fitnah. Bahkan dalam Al-Quran
sendiri ditemukan ayat yang membahas terkait menggunjing, diibaratkan orang
yang menggunjing seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri
·
Menghabiskan waktu. Mungkin memang bagus kalau
obrolan terarah dengan benar dan baik, hal ini tak perlu dipermasalahkan. Tapi
bayangkan jika waktu kita habis dengan sebuah ketidakbenaran dan kepalsuan,
sungguh sesal yang akan datang pada kita.
Begitulah sebuah
uraian tentang obrolan kali ini, sebaiknya kita dapat menempatkan kegiatan ini
dengan baik dan bukanya mengarahkan kita dalam dosa yang malah merugikan.
Semoga bermanfaat. Semoga kita dipertemukan pada tulisan selanjutnya.
Wassalamu
Alaykum wr.wb.

0 comments:
Post a Comment