Monday, November 12, 2012

Bukan Sekedar Asyik # Bridging Course 10




Ketika itu, dosen agama Islam sedang mengajar di kelas kami. Tiba-tiba saja dari arah depan meluncur sebuah bolpen ke arah sekumpulan anak yang kelihatan asyik sendiri. Kemudian keributan menjadi sebuah kesunyian. Ternyata kawan-kawanku tersebut sedang seru-serunya mengobrol.
                Mengobrol? Tentu, hal yang satu ini menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi kita. Di saat sesuatu hal muncul sebagai topik atau tema besar kita, teman-teman yang paham dengan hal ini lalu langsung berkumpul membentuk sebuah forum non-formal dan saling mengemukakan pendapat atau pun pengetahuan yang mereka miliki.
                Kini telah sadarkah anda bahwa mengobrol adalah suatu bentuk komunikasi? Bisa dikatakan begitu karena kita dalam melakukan obrolan kita mencakup beberapa poin penting dalam komunikasi. Yang pertama pesan. Pesan dalam sebuah obrolan bisa jadi dalam bentuk, gagasan atau fakta yang pernah kita ketahui sebelumnya. Komunikator, siapa saja bisa menjadi komunikator yang memulai sebuah obrolan. Media? Media yang kita gunakan adalah suara yang kita keluarkan lewat mulut, untuk menerimanya dibutuhkan sepasang telinga yang masih bekerja dengan baik. Sekarang Komunikannya. Seperti pada kalimat sebelumnya, komunikan pun bisa jadi siapa saja. Tak tergantung siapa yang memiliki pengetahuan itu namun siapa saja yang ingin terlibat dalam obrolan tersebut. Dan pastilah komunikasi akan menimbulkan suatu pengaruh terhadap pelakunya. Namun pastinya banyak yang kita dapat dari mengobrol, bisa saja ilmu dan pengetahuan yang baru.
Bentuk dari mengobrol pun ada bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah:
·         Gosip
Gosip, apakah sebuah bentuk obrolan?? Tentu saja. Bentuk obrolan yang satu ini biasanya dilakukan oleh kebanyakan kaum hawa. Objek yang menjadi topik bisa bermacam-macam misalnya selebritis, politisi, artis, bahkan tetangga di sebelah rumahnya sendiri. Namun apa yang dibicarakan biasanya sudah terbumbui oleh banyak ketidakjelasan dan pandangan-pandangan subjektif yang mempengaruhi perspektif terhadap sesuatu yang digosipkan.
·         Chating
Sebenarnya ini hanyalah istilah asing yang alih bahasakan ke Inggris. Istilah ini kerap digunakan oleh para peselancar dunia maya untuk melakukan curhat melalui media telekomunikasi seperti social media atau pun messenger.
·         Curhat
Curhat yang merupakan singkatan dari kata curahan dan hati. Curhat merupakan sebuah bentuk obrolan yang dilakukan biasanya 2 orang yang berdekatan secara emosional. Mengapa harus orang yang berdekatan secara emosional? Apakah tak boleh jika orang yang sekedar tahu permasalahan yang sama. Kalau ditanya seperti itu saya akan menjawab, biasanya hal yang dibicarakan dalam obrolan ini adalah masalah pribadi atau hal-hal yang si komunikator (orang yang bercurhat) tidak ingin orang lain ketahui, namun demi membicarakan apa yang mengganjal dalam pikirannya orang yang dipilih adalah orang yang dekat sekaligus dapat dipercaya oleh si pencurhat.
·         Mentoring
Sebuah forum di mana 1 peserta yang berperan sebagai moderator sekaligus pengarah, juga pembawa topik bernama mentor. Sedangkan yang lainnya adalah peserta forum itu sendiri yang bernama mentee. Forum obrolan seperti mentoring mengkhususkan dirinya untuk meng-upgrade kapasitas yang ada dalam diri sang mentee agar menjadi lebih baik.

                Sekarang setelah mengetahui beberapa hal yang bisa dikategorikan, kita tengok apakah kegiatan seperti ini mempunyai manfaat, dan apakah juga mengandung kerugian? Kalau begitu apa saja kah? Berikut ini penjelasannya

Manfaat :
·         Mengobrol bisa membuat kita mengerti satu sama lain, dalam proses mengobrol kita dapat melihat reaksi-reaksi orang dalam menanggapi suatu hal atau permasalahan. Kemudian itu bisa jadi tolak ukur terhadap sifat-sifat yang dimiliki orang lain.
·         Mengakrabkan diri kita. Karena salah satu cara untuk mendekatkan diri kita dengan orang lain, ialah dengan memperbanyak interaksi dengannya, melalui mengobrol kita dapat merasakan manfaat tersebut.
·         Menambah ilmu pengetahuan. Karena pengetahuan yang kita miliki adalah sifatnya terbatas bukankah baik kalau kita dapat menambah ilmu dalam sebuah obrolan. Orang cenderung memberikan pembenaran terhadap sesuatau yang salah terhadap apa yang kita obrolkan. Apalagi kalau arah yang kita obrolkan semakin lama-semakin kritis, artinya akan semakin banyak yang bakal kita ketahui dari sebelumnya.
·         Menuntaskan masalah/ mencari solusi. Obrolan bisa juga merupakan cara untuk mencapai sebuah jalan keluar. Seperti saat kita mencurhatkan permasalahan yang kita alami. Orang yang mendengarkan pun juga ingin kita agar terbebas dari belenggu problema dan akhirnya memberi saran pada kita untuk menuntaskan masalah.

Dampak:
·         Tersesat pada kebenaran fiktif. Saat kita tak lagi bisa kritis dan menerima semua perkataan yang diungkapkan ketika mengobrol, kita beresiko mendapatkan fakta yang salah dari orang lain. Dan jika fakta salah itu kita jadikan acuan dalam berpendapat atau berpikir maka kita bakal lebih tersesat dari orang yang member informasi pada kita.
·         Menambah dosa. Menggosip adalah sesuatu bentuk obrolan yang kiranya lebih banyak memberikan kemudharatan (keburukan) daripada manfaatnya. Gosip atau menggunjing cenderung membicarakan tentang keburukan orang lain, sampai-sampai dapat berujung pada fitnah. Bahkan dalam Al-Quran sendiri ditemukan ayat yang membahas terkait menggunjing, diibaratkan orang yang menggunjing seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri
·         Menghabiskan waktu. Mungkin memang bagus kalau obrolan terarah dengan benar dan baik, hal ini tak perlu dipermasalahkan. Tapi bayangkan jika waktu kita habis dengan sebuah ketidakbenaran dan kepalsuan, sungguh sesal yang akan datang pada kita.
Begitulah sebuah uraian tentang obrolan kali ini, sebaiknya kita dapat menempatkan kegiatan ini dengan baik dan bukanya mengarahkan kita dalam dosa yang malah merugikan. Semoga bermanfaat. Semoga kita dipertemukan pada tulisan selanjutnya.
Wassalamu Alaykum wr.wb.

0 comments:

Post a Comment