Kisah menuju Gadjah Mada #Bridge Course 01
Tes tertulis Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN telah berakhir .Kini para calon
mahasiswa tinggal menunggu hasil dari apa yang mereka kerjakan di Lembar Kerja
Komputer tersebut. Rasa cemas maupun optimis mewarnai wajah peserta tes.Mereka
dari Sabang hingga Merauke, calon-calon mahasiswa yang menaruh harapan untuk
masuk ke universitas pilihannya.Akupun juga begitu, kutuliskan 2 dari 3 pilihan
yang disediakan untuk peserta SNMPTN jurusan IPC. Yakni Ilmu Komunikasi UGM dan
Ilmu Komputer UGM. Pada pilihan ke tiga aku membiarkannya kosong tanpa tulisan.
Supaya nanti jikalau aku tidak lolos pada dua pilihan tersebut aku segera
berlari menuju sebuah kampus di Jalan Magelang yaitu MMTC.
Banyak faktor yang mempengaruhiku
untuk memilih ilmu komunikasi UGM dan ilmu komputer UGM sebagai pilihan.Tentang ilmu komunikasi, aku
baru mengetahui lebih dalam tentang prodi ini setelah sebuah lembaga bernama
mahamentor datang ke sekolah kami untuk membimbing siswa-siswa untuk menggapai
mimpi mereka. Nah namanya mbak Priska seseorang yang membuatku pertama kali
tahu kalau ilmu komunikasi itu ada. Walaupun mbak Priska hanya memberikan
deskripsi singkat tentang ilmu komunikasi namun aku merasa tertarik karena ada
kegiatan perkuliahan di ilmu komunikasi ynag kebetulan sama dengan hobiku saat
itu apalagi kalau bukan membuat film.Lalu aku pun berkonsultasi dengan teman
angkatan atas yang juga berkuliah di ilmu komunikasi. Melalui tanya jawab dan
diskusi waktu itu membuat aku semakin yakin untuk berkuliah di ilmu
komunikasi.Sedangkan kalau ilmu komputer sebenarnya sudah lama aku memimpikan
untuk kuliah di prodi itu, namun prodi ini kujadikan terget kedua.
Keluargaku juga ikut andil dalam
menentukan pilihanku. Suatu hari aku bertanya pada ibu bahwa apakah aku boleh
untuk kuliah di luar DIY? Memang, aku ingin sekalai merasakan menjadi mahasiswa
di daerah lain,seperti kawan-kawanku SMA ku yang datang dari berbagai daerah di
Indonesia untuk bersekolah di Jogja. Namun ibu menolaknya, yah kalau orang tua
tidak menyutujui, tak apalah.Selanjutnya menurut orang tuaku kuliah di UGM
biayanya lebih murah dibandingkan dengan kuliah di tempat lain di DIY.Saat itu
juga adikku akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama, dan kakakku
melanjutkan kuliah strata 2 oleh karena itu orang tuaku harus cermat agar semua
anaknya bisa bersekolah dengan baik.Kakakku juga sempat bercerita tentang
kondisi UGM. Dulu aku sempat untuk berpikir mengambil jurusan Psikologi seperti
kakakku. Namun karena aku tak terlalu berminat untuk berkuliah di prodi itu aku
tak jadi memilihnya.
Hari menuju SNMPTN semakin dekat
dan UN telah berakhir. Konsekwensi memilih ilmu komunikasi harus aku jalani,
yaitu belajar mata pelajaran IPS.Aku punya waktu 2 bulan untuk mempersiapkan
semuanya sebelum tes SNMPTN dimulai. Suatu saat ketika tempat lesku telah
selesai mengadakan semacam uji coba SNMPTN atau try out, aku melihat dan
membandingkan nilai mapel IPS dengn IPAku.Dan hasilnya sungguh
mengejutkan.Ternyata nilai mata pelajaran IPSku lebih tinggi dibandingkan
dengan mata pelajaran IPAku.Wow apakah ini suatu kebetulan?? Ternyata tidak,
berkali-kali aku mengerjakan try out dan hasilnya mata pelajaran IPS yang
selalu lebih tinggi nilainya,sungguh mengherankan.
Okey nanti malam adalah penentuan
namun di pagi hari ini aku mencoba untuk mendaftar MMTC.Tesnya ternyata tak
terlalu sulit di MMTC, hanya berupa Computer Based Test dan Tes wawancara.
Malam tiba dan aku pun segera menuju warnet, ucapan selamat menyertai
pengumuman test SNMPTNku dan sejak saat itu aku menjadi seorang pembelajar baru
di Universitas Gadjah Mada

0 comments:
Post a Comment