Agent of Changes # Bridge Course 03
Di era modern ini, anak-anak remaja telah dihujani oleh banyak
pilihan untuk mengisi kehidupan di masa emasnya. Memanglah sangat bagus bukan
kedengarannya? Dan orang tua juga semakin peduli dengan mengikut sertakan anak
mereka ke sebuah pelatihan atau sanggar ekstrakulikuler supaya si anak
potensinya dapat berkembang dan membantu mereka dalam menggapai mimpi. Di mana
pun mereka aktif semoga mereka bisa menjadi manusia yang yang lebih baik dan
makin memperkuat iman mereka. Namun diantara saking banyaknya pilihan yang
muncul itu, contohnya saja dari bidang olah raga seperti sepak bola, tenis,
bulu tangkis, basket dll.Namun adakah si anak itu sendiri yang kelak memikirkan
kalau dia akan melakukan sebuah pengabdian pada bangsa atau tanah airnya
sendiri?? Nah kalau belum terpikirkan mungkin artikel ini tepat untuk anada
baca hingga habis.
Dari gedung 201 gedung Fisipol UGM kami mendapati pengakuan
seseorang mahasiswi pascasarjana terkait dengan sebuah perjuangannya
memperjuangkan daerahnya dari ketertinggalan. Lingkungan Singosaren telah
berjasa bagi mbak Lisa sebagai tempat tumbuh dari kecil, dan dari kesadaran itu
membawa keinginan mbak Lisa untuk membalas jasa kembali pada masyarakat
Singasaren. Mbak Lisa sadar bahwa ini adalah tanggung jawab. Lebih tepatnya
tanggung jawab sosial, karena drinya merupakan salah satu anak asal Singasaren
yang berhasil menempuh pendidikan yang tinggi.
Letak Desa Singasaren sendiri berada di Kecamatan Banguntapan, Bantul,
DIY. Ada yang spesial di desa tempat mbak Lisa ini tinggal dimana Desa
Singasaren ini berada di lokasi sub-urban atau perbatasan antara kota dan desa.
Di desa ini rasa gotong royong layaknya di desa-desa lainya masih terasa namun
laju terapan kultur kota juga telah nampak pada para pemudanya.
Dan di tengah masyarakat urban ini lahirlah sebuah lembaga kepemudaan
tahun 1984. Di Karang Taruna Jaya Kusuma ini, aksi-aksi pengabdian masyarakat
mbak Lisa bermula. Bergabung tahun 2009 mbak Lisa dipercayakan sebagai sekertaris
dalam oraganisasi tersebut,namun setelah 3 tahun berselang akhirnya mbak Lisa
berkesempatan untuk menjadi ketua.Dalam visi misinya mbak Lisa mengungkapkan
beberapa hal yang nantinya menjadi target Karang Taruna Jaya Kusuma,”Memberi
akses seluas-luasnya pada bidang pendidikan,informasi dan peluang ekonomi”
Karang Taruna ini mengayomi
8 dusun yang terletak di Desa Singasaren.Tak ada yang berbeda dibandingkan
dengan lembaga karang taruna yang lainnya.Hanya saja di Karang Taruna Wijaya Kusuma
ini, tak ditemukan adanya wakil ketua, namun para koordinator ketujuh seksi
yang ada harus saling bahu-membahu untuk menyelesaikan masalah dalam
masyarakat.
Kembali lagi ke Karang Taruna Jaya Kusuma dan mbak Lisa. Mbak Lisa
menuturkan bahwa Karang Taruna Jaya Kusuma telah memiliki proker-proker yang
siap bahkan sudah dilaksanakan. Salah satu fokus Karang Taruna ini adalah
membuka peluang seluas-luasnya untuk masyarakat meraih pendidikan. Seperti yang sekarang telah terselenggara yakni sebuah
sanggar yang dinamakan “Sanggar Sinau Bareng” yaitu tempat dimana segala umur
dapat belaajr dan menimba ilmu seperti di sekolah termasuk juga orang-orang
yang tergabung dalam kejar paket B dan C. Pengajar Sanggar ini pun berasal dari guru-guru yang merupakan
penduduk Singasaren sendiri. Karang Taruna Jaya Kusuma ingin agar semangat
optimis untuk belajar timbul di jiwa penduduk Singasaren.Karena tanpa niat yang
kuat punduduk akan menyepelekan kegiatan-kegiatan pendidikan.
Menjadi aktivis di Karang Taruna menjadi sebuah tantangan
tersendiri bagi mbak Lisa, pasalnya Desa Singasaren ini memiliki sebuah
organisasi pemudanya tersendiri.Sehingga Jaya Kusuma harus melakukan
sinkronisasi dengan lembaga tersebut maupun menyatukan pandangan agar dapat
bekerja sama.Adapun masalah sepele yang harus mengorbankan persatuan kedelapan
dusun ini seperti masalah mengenai suporter sepak bola.Masyarakat juga tak
selalu memperlihatkan respon posistif terhadap kegiatan-kegiatan Karang
Taruna,walaupun begitu anggota Karang Taruna ini takkan surut semangatnya.
Pemerintah pun sebenarnya mempunyai tanggung jawab terhadap Karang
Taruna di desa manapun karena karang taruna adalah partner pemerintah untuk mengatasi
masalah kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan atau desa.Oleh karenanya
pemerintah harus mendukung setiap program Karang Taruna, tapi pemerintah
dilarang keras untuk melakukan intervrensi terhadapKarang Taruna sebab Karang
Taruna adalah sebuah lembaga yang independen.Dan kata mbak Lisa juga setiap
Karang Taruna juga memiliki masalahnya sendiri-sendiri karena mereka tinggal
pada wilayah yang berbeda-beda pula.Dan tak mungkin juga pemerintah harus turun
tangan untuk menyelesaikan masalah masyarakat tingkat desa,karena itulah guna
dari Karang Taruna.
Banyak hal yang telah mbak Lisa dapatkan dari keaktifannya di
Karang Taruna Jaya Kusuma. Melalu Jaya Kusuma mbak Lisa bisa lebih mengenal
satu sama lain terutama pemuda-pemudi di Singasaren.Mbak Lisa menambahkan kalau
dirinya ingin sekali Karang Taruna Jaya Kusuma bisa menjadi organisasi yang
merupakan pilar dari kesejahteraan sosial.Oh ya sedikit tips dari mbak Lisa
bagi yang ingin aktif di Karang Taruna,”Kenalilah Masyarakatmu.”
Nah itulah tadi, sedikit kisah dari
seorang pemudi yang mengabdikan diri pada masyarakat sekitarnya.Di Indonesia pun banyak
daerah-daerah yang masih tertinggal keadaannya. Peran pemerintah sangat
dibutuhkan di sini namun, semangat, niat ikhlas dan usaha anda juga dibuthkan
di sini. Kita tak bisa selalu bergantung pada pemerintah.Karena pemerintah pun
hanya menangani permasalahan-permasalahan yang lebih besar. Sebagai bagian dari
masyarakat apakah kita tega membiarkan mereka hidup dalam keterbelakangan?
Kalau tidak,siapkan dirimu untuk terjun di masyarakat.Mereka telah menantimu di
sana
Mungkin itu saja yang bisa saya
sampaikan kurang lebihnya mohom maaf.
Wassalamu Alaykum Wr. Wb.

0 comments:
Post a Comment