Thursday, September 6, 2012

Agent of Changes # Bridge Course 03


Di era modern ini, anak-anak remaja telah dihujani oleh banyak pilihan untuk mengisi kehidupan di masa emasnya. Memanglah sangat bagus bukan kedengarannya? Dan orang tua juga semakin peduli dengan mengikut sertakan anak mereka ke sebuah pelatihan atau sanggar ekstrakulikuler supaya si anak potensinya dapat berkembang dan membantu mereka dalam menggapai mimpi. Di mana pun mereka aktif semoga mereka bisa menjadi manusia yang yang lebih baik dan makin memperkuat iman mereka. Namun diantara saking banyaknya pilihan yang muncul itu, contohnya saja dari bidang olah raga seperti sepak bola, tenis, bulu tangkis, basket dll.Namun adakah si anak itu sendiri yang kelak memikirkan kalau dia akan melakukan sebuah pengabdian pada bangsa atau tanah airnya sendiri?? Nah kalau belum terpikirkan mungkin artikel ini tepat untuk anada baca hingga habis.
Dari gedung 201 gedung Fisipol UGM kami mendapati pengakuan seseorang mahasiswi pascasarjana terkait dengan sebuah perjuangannya memperjuangkan daerahnya dari ketertinggalan. Lingkungan Singosaren telah berjasa bagi mbak Lisa sebagai tempat tumbuh dari kecil, dan dari kesadaran itu membawa keinginan mbak Lisa untuk membalas jasa kembali pada masyarakat Singasaren. Mbak Lisa sadar bahwa ini adalah tanggung jawab. Lebih tepatnya tanggung jawab sosial, karena drinya merupakan salah satu anak asal Singasaren yang berhasil menempuh pendidikan yang tinggi.
Letak Desa Singasaren sendiri berada di Kecamatan Banguntapan, Bantul, DIY. Ada yang spesial di desa tempat mbak Lisa ini tinggal dimana Desa Singasaren ini berada di lokasi sub-urban atau perbatasan antara kota dan desa. Di desa ini rasa gotong royong layaknya di desa-desa lainya masih terasa namun laju terapan kultur kota juga telah nampak pada para pemudanya.
Dan di tengah masyarakat urban ini lahirlah sebuah lembaga kepemudaan tahun 1984. Di Karang Taruna Jaya Kusuma ini, aksi-aksi pengabdian masyarakat mbak Lisa bermula. Bergabung tahun 2009 mbak Lisa dipercayakan sebagai sekertaris dalam oraganisasi tersebut,namun setelah 3 tahun berselang akhirnya mbak Lisa berkesempatan untuk menjadi ketua.Dalam visi misinya mbak Lisa mengungkapkan beberapa hal yang nantinya menjadi target Karang Taruna Jaya Kusuma,”Memberi akses seluas-luasnya pada bidang pendidikan,informasi dan peluang ekonomi”
 Karang Taruna ini mengayomi 8 dusun yang terletak di Desa Singasaren.Tak ada yang berbeda dibandingkan dengan lembaga karang taruna yang lainnya.Hanya saja di Karang Taruna Wijaya Kusuma ini, tak ditemukan adanya wakil ketua, namun para koordinator ketujuh seksi yang ada harus saling bahu-membahu untuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat.
Kembali lagi ke Karang Taruna Jaya Kusuma dan mbak Lisa. Mbak Lisa menuturkan bahwa Karang Taruna Jaya Kusuma telah memiliki proker-proker yang siap bahkan sudah dilaksanakan. Salah satu fokus Karang Taruna ini adalah membuka peluang seluas-luasnya untuk masyarakat meraih pendidikan. Seperti  yang sekarang telah terselenggara yakni sebuah sanggar yang dinamakan “Sanggar Sinau Bareng” yaitu tempat dimana segala umur dapat belaajr dan menimba ilmu seperti di sekolah termasuk juga orang-orang yang tergabung dalam kejar paket B dan C. Pengajar Sanggar ini pun  berasal dari guru-guru yang merupakan penduduk Singasaren sendiri. Karang Taruna Jaya Kusuma ingin agar semangat optimis untuk belajar timbul di jiwa penduduk Singasaren.Karena tanpa niat yang kuat punduduk akan menyepelekan kegiatan-kegiatan pendidikan.
Menjadi aktivis di Karang Taruna menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mbak Lisa, pasalnya Desa Singasaren ini memiliki sebuah organisasi pemudanya tersendiri.Sehingga Jaya Kusuma harus melakukan sinkronisasi dengan lembaga tersebut maupun menyatukan pandangan agar dapat bekerja sama.Adapun masalah sepele yang harus mengorbankan persatuan kedelapan dusun ini seperti masalah mengenai suporter sepak bola.Masyarakat juga tak selalu memperlihatkan respon posistif terhadap kegiatan-kegiatan Karang Taruna,walaupun begitu anggota Karang Taruna ini takkan surut semangatnya.
Pemerintah pun sebenarnya mempunyai tanggung jawab terhadap Karang Taruna di desa manapun karena karang taruna adalah partner pemerintah untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan atau desa.Oleh karenanya pemerintah harus mendukung setiap program Karang Taruna, tapi pemerintah dilarang keras untuk melakukan intervrensi terhadapKarang Taruna sebab Karang Taruna adalah sebuah lembaga yang independen.Dan kata mbak Lisa juga setiap Karang Taruna juga memiliki masalahnya sendiri-sendiri karena mereka tinggal pada wilayah yang berbeda-beda pula.Dan tak mungkin juga pemerintah harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah masyarakat tingkat desa,karena itulah guna dari Karang Taruna.
Banyak hal yang telah mbak Lisa dapatkan dari keaktifannya di Karang Taruna Jaya Kusuma. Melalu Jaya Kusuma mbak Lisa bisa lebih mengenal satu sama lain terutama pemuda-pemudi di Singasaren.Mbak Lisa menambahkan kalau dirinya ingin sekali Karang Taruna Jaya Kusuma bisa menjadi organisasi yang merupakan pilar dari kesejahteraan sosial.Oh ya sedikit tips dari mbak Lisa bagi yang ingin aktif di Karang Taruna,”Kenalilah Masyarakatmu.”
            Nah itulah tadi, sedikit kisah dari seorang pemudi yang mengabdikan diri pada  masyarakat sekitarnya.Di Indonesia pun banyak daerah-daerah yang masih tertinggal keadaannya. Peran pemerintah sangat dibutuhkan di sini namun, semangat, niat ikhlas dan usaha anda juga dibuthkan di sini. Kita tak bisa selalu bergantung pada pemerintah.Karena pemerintah pun hanya menangani permasalahan-permasalahan yang lebih besar. Sebagai bagian dari masyarakat apakah kita tega membiarkan mereka hidup dalam keterbelakangan? Kalau tidak,siapkan dirimu untuk terjun di masyarakat.Mereka telah menantimu di sana
            Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya mohom maaf.
Wassalamu Alaykum Wr. Wb.

0 comments:

Post a Comment